Wednesday, March 20, 2013

Pandangan Gw Tentang Benda Abstrak Ini


Cinta?
Hmmm... Cinta Ya...
Benda Abstrak Yang Aneh...

Tapi 1 Hal Tentang Cinta Yang Gw Suka,
Lu Hanya Perlu Jadi Diri Lu Sendiri Untuk Mendapatkan Dan Merasakannya

Ahhh... Bener! Sumpah!!! Gw Berani Sumpah Jadi Ganteng Kalo Gw Boong!

Gini...

Lu Ga Perlu Jadi Komponis Kayak Mozzart Buat Mengaransemen Cinta
Lu Ga Perlu Jadi Arsitek Handal Buat Ngebangun Cinta
Lu Ga Perlu Jadi Doraemon Yang Make Alat-alat Ajaibnya Buat Dapetin Cinta
Lu Ga Perlu Perang Untuk Memperjuangkan Cinta
Lu Ga Perlu Keliling Dunia Untuk Mencari Cinta
Lu Ga Perlu Dateng Ke Bulan Buat Menggapai Cinta
Dan Lu Ga Perlu Jadi Orang Lain Untuk Mencinta


Terus Gimana Caranya Buat Dapetin?
Lu Ga Baca Di Atas?! Udah Gw Bilang, Lu Hanya Perlu Jadi Diri Sendiri

Terus Apa Cinta Kekal?
Yap, Seperti Hukum Kekelan Energi
"Cinta Dapat Berubah Dari Bentuk Yang Sederhana Menjadi Yang Kompleks, Tetapi Cinta Tidak Dapat Diciptakan Atau Dimusnahkan, Cinta Datang Sendiri"


Haha, Gini-gini Kalo Lu Ga Ngerti...
Cinta Bukan Kertas, Yang Setelah Di Coret-coret Ia Menjadi Kotor
Cinta Bukan Kayu, Yang Setelah Di Bakar Ia Menjadi Abu
Cinta Bukan Ikan, Yang Jika Terdampar Di Darat Ia Mati
Cinta Itu Radiasi, Datang Tanpa Perantara

Cinta Itu Motivasi, Cinta Itu Energi, Ia Bisa Membuat Lu Jadi Rubah Ekor 10 Bahkan Lebih Kuat Lagi


Tapi Satu Hal,

Lu Harus Jadi Bodoh Untuk Percaya Cinta,
Dan Idiotnya Gw Adalah Salah Satu Orang Bodoh Itu...
Tapi Lu Butuh Lebih Dari Sekedar Bodoh Untuk Setia...
Dan Lebih Idiotnya Lagi, Gw Adalah Orang Yang Lebih Dari Sekedar Bodoh...


Ehm! Ini Bukan Bodoh, Tapi Lebih Gw Sebut Komitmen...
Bukankah Pria Yang Berkomitmen Adalah Pria Yang Gentle? Kata Emak Gw Si Gitu...


Cinta Itu Takdir?
Hmmm... BUKAN!
Dicintai Tuhan Adalah Takdir, Tapi Selain Itu.. Itu Adalah Pilihan

Apa Yang Bisa Di Dapatkan Dari Cinta?

Bahagia? Tangis? Kecewa? Atau Galau?
Haha, Lebih Banyak Dari Itu Semua!!!
Tuhan Tetap Membiarkan Umatnya Yang Berdosa Hidup, Bahkan Ketika Ia Kaya, Dikelilingi Banyak Wanita, Dan Banyak Mobil Mahal, Karena Apa? Cinta!

Tapi Terkadang Tuhan Ambil Itu Semua Karena Mempunyai Tujuan Yang Baik Untuk Kita, Karena Apa? Cinta!

Seoarang Ayah Akan Menunggu Anaknya Pulang Hingga Larut Malam Digantikan Pagi, Karena Apa? Cinta!
Seorang Ibu Rela Menukar Nyawanya Demi Lahirnya Sang Anak Ke Dunia, Karena Apa? Cinta!
Seorang Suami dan Ayah Rela Membanting Tulang Untuk Menghidupi Keluarganya, Dia Rela Jatah Makannya Diambil Oleh Anaknya, Agar Anaknya Tumbuh Dengan Baik, Karena Apa? Cinta!
Seorang Istri dan Ibu Rela Bangun Pagi Sekali, Demi Menyiapkan Segala Hal Untuk Suami Dan Anaknya, Melakukan Pekerjaan Rumah Seharian Hingga Anak Dan Suaminya Pulang, Karena Apa? Cinta!
Seorang "Aku" Rela Menempuh Perjalanan Jauh, Menusuk Membaranya Sinar Surya, Lewati Hujatan Para Hujan, Terkadang Hilang Arah Hanya Untuk Sedetik Bersama Dia, Karena Apa? Lagi-lagi Jawabannya Cinta...

Jadi Cinta Itu Apa?
Emmm... Kompleks, Lebih Kompleks Dari Logaritma, Lebih Kompleks Dari Sistem Galaxy Di Dunia Ini
Hahhh... Bahkan Pujangga Sekaliber Shakespeare Pun Ga Bisa Mendeskripsikannya
Apalagi Gw Yang Bukan Pujangga... Haha...

Tapi Intinya Always Positive, And You'll Always Feel That Love...
Jangan Pernah Berhenti Untuk Mencintai, Cinta Tidak Menyakiti, Hanya Saja Anda Salah Orang Untuk Menitipkan Bongkahan Perasaan Itu...


Itulah Cinta Menurut Pandangan Gw Sendiri...
Panjang Ya? Iyelah!
Sebenernya Bisa Lebih Panjang Lagi, Tapi Sayang Gw Ga Di Gaji Untuk Ini, Jadi Males..


Tuesday, March 19, 2013

A Poem


2 Jalang Di Tengah Malam

Air, api, debu menjadi pengadilan alam yang akan merapuhkan semua deru perdebatan hidup
Akankah muncul angin yang membata kita?
Kemanusiaan tak ada harga
Genosida alam tak lagi bersua
Ketika mereka lihat kita tak lagi hidup berkesamaan

Kehormatan yang terjual untuk hiasan hidup sementara
Air mata yang takkan mengalir
Materi dan kuasa yang menari picik di atas tangis kelaparan bayi
Di mana keadilan berada?
Di Mana hati yang dulu polos memberi

Apa kau biarkan tunas kami membusuk bumi?
Tapi kau juga kurung mereka dan rampas hakikat mereka
Sisakan hari ini untuk memupuk masa depan
Hari esok menunggu uluran tanganmu wahai kau para pujangga pembual penuai Dusta

Saturday, February 16, 2013

My Heart Has Spoken


Hah, jika bicara lelah... Aku tak pernah lelah, apalagi terlelap ketika kamu di sini
Jika berbicara sakit... hanya sedikit, selebihnya? Aku anggap itu bahagia tertunda dari kamu

Aku mungkin terlalu cengeng untuk kamu, terlalu banyak merengek
Seperti bayi yang kehilangan ibunya
Seperti itulah aku ketika kamu tak ada

Bodohnya, aku terlalu membosankan untukmu, selalu monoton
Seperti Tv pelangi yang mengudara di pagi hari
Di saat ketika Matahari menyiapkan puisi untuk menyambut dunia nanti
Aku sadar jika terlalu berlebihan,
Tapi apakah hati ini salah jika berlebihan condong kepadamu?
Aku tak tahu pasti

Jika ada waktu,bisakah kita menghangat seperti dulu?
Mencair seperti sepasang es krim coklat yang dinikmati oleh 2 insan dalam balutan hangatnya matahari

Aku mungkin pemimpi, tapi mimpiku tak pernah salah tentangmu,
Dan jika pernah kau berfikir tentangku
Aku hanya ingin tau bagaimana hati dan otakmu menjabarkanku saat ini

Dan, di saat aku kesepian,
Aku rindu akan suaramu yang mendamaikan jiwa
Di saat aku buta akan arah hidup,
Aku rindu hangatnya cahayamu yang mampu menerangi palung hati

Di saat ada kesempatan,
Perkenankan aku dan kamu menjadi kita
Menginjak keterpurukan
Dan melangkah dengan bahagia ke tempat bernama cinta dan kasih sayang

Dan, jika Bayangan Tentang Kalkulus Serumit Dirimu...
Aku Tak Yakin Akan Hal Itu...
Karena Angka" Itu Tak Bisa Menandingimu

Apa Yang Bisa Dilakukan Seorang Pianis Tanpa Piano?
Menulis Lagu?
Aku Yakin Tak Seperti Itu...
Apa Yang Bisa Dilakukan Seorang Diriku Tanpa Kamu?
Menangis? Tidak Selamanya...
Hanya Mengaggumi Dari Jauh Dan Melihatmu Bahagia Sudah Seperti Mendapat Hidupku Kembali...

Apakah Rumit Melukis Indahnya Pelangi Setelah Murung Hujan Turun?
Hanya Tuhan Yang Tau...
Dan Mungkin Hanya Dia Yang Tau Bagaimana Cara Melukiskan Dirimu,
Memahat Lekukan Tubuhmu Hingga Sempurna Tanpa Ada Garis Cacat Sedikitpun...
Dimataku.

Lalu?
Apa Aku Jatuh Cinta?
Jangan Tanyakan Itu...
Aku Sudah Lupa Kapan Itu Terjadi...

Aku Juga Bukan Pujangga Hebat...
Hanya Terkadang Kata Nakal Berbaris Lancang Di Fikiran
Kata Berbaris Membentuk Batalion Kalimat Dan Menjadi Sebuah Pahatan Indah Tuangan Jiwa...

Lalu?
Tak Perduli Apa Yang Akan Ada Di Masa Depan...
Hati Ini Cukup Kuat Akan Gempuran
Mata Hati Takkan Terbutakan
Dan Aku Menapak Jalan Kehidupan...
Dimana Semuanya Terasa Indah Ditemani Bayangan...
Bayangan Yang Takkan Hilang Dari Peradaban Masa Hidupku...
Bayangan Setengah Malaikat...



Tentang Dia,
Seseorang Yang Hampir Sempurna...


14 - 15 Februari 2013

Friday, November 9, 2012

Drowned Under Blue


Air mataku jatuh lagi malam ini
Setelah hilang semua kepercayaanmu
Aku yang hancurkan semua,
Tapi, dunia tak menerima, lalu ia murka

Ya, aku selalu mengutuk diriku sendiri karena kebodohanku
Aku tak pernah lelah walau pun sakit tetap ku rasa
Tapi, aku terlalu bodoh untuk berpijak di sini
Berdiri diantara batu karang yang menunjuk bulan jauh di sana

Aku tak tahu, sepertinya peluh dan luka menyelimuti
Mungkin Amor sudah  tak bersamamu lagi,
Tenggelamkan semua rasa yang pernah kau ciptakan untuk badut ini
Habis sudah aku sekarang

Dunia mengutukku,
Hancurkan semua
Patahkan semua
Goyahkan semua
Rebut semuanya
Dan tak menyisakan sedikit untuk ku nikmati

Mungkin kontrak rasa yang diberikan Tuhan untuk ku sudah habis,
Dan Dia ambil semua kebahagiaanku
Harapan, inspirasi, perasaan, fikiran, jiwa, kasih, dan cinta
Ia ambil semua dari ku

Tapi apa daya?
Akupun tak sanggup melawan kebesarannya
Aku hanya pasrah, tapi aku harus bangkit lagi
Untuk menyalakan bulan yang dihalangi gelapnya malam
Untuk menyalakan bintang buat menerangi galaksi

Ku lukiskan semua perasaanku pada kalimat-kalimat ini
Kalimatnya memang tak se-indah symphony Beethoven
Tak seindah suara Celine Dion
Tak seindah dunia
Dan mungkin kalah indah dengan pesona mu di mata ku

Aku sayang kamu,
Aku bertahan untuk kamu
Ku biarkan perasaan ku sakit untuk kamu
Ku biarkan  hati perih untuk kamu
Ku biarkan badan ku habis untuk kamu
Ku biarkan cinta bertiup hilang dibawa angin
Ku biarkan sayang dipermainkan oleh ombak samudera
Ku biarkan semua air mata jatuh melewati lekuk wajah
Ku biarkan itu semua, untuk kamu

Tatap mataku yang hina dihadapan mereka
Rasakan semuanya yang tersisa
Aku masih ingin rasakan itu semua
Pegang tanganku yang kotor untuk mereka
Rasakan hangatnya kasih yang ada
Hilangkan semua benci dan keraguan dihati
Peluk tubuh bodohku ini dan tersenyumlah
Rasakan kepercayaan yang sempat goyah
Beri aku rasa itu kembali, dan aku akan dirikan lagi itu
Jadi lebih kuat dari batu karang yang gagah diterjang ombak


Tuesday, November 6, 2012

Ini Aku


Aku tak ingin tertawa sekarang,
Aku tak ingin tersenyum sekarang, apalagi menangis,
Aku tak tahu mengapa, mungkin pembaca tahu,
Atau mungkin hanya Tuhan yang tahu.

Hey! Mengapa kau bersedih?
Coba lihat sekelilingmu, kau punya teman yang selalu ada,
Teman yang selalu membuatmu tertawa,
Ingatlah, kamu tidak sendiri,
Kau punya seseorang yang sangat peduli akan keadaanmu,

Orang yang tak ingin bermain dengan perasaanmu,
Orang yang tak pernah berniat sekalipun menyakitimu,
Orang yang tulus kepadamu,
Orang yang telah berkorban banyak untukmu,
Orang yang telah bertahan demi kamu,
Orang yang telah menangisimu setiap kau pergi,
Orang yang menangis bersamamu, walau kau tak menyadarinya
Orang yang selalu berusaha  menggores senyum diwajahmu, bukan luka di hatimu
Orang itu pernah terjatuh, berkali-kali,  tapi tetap bangkit, karena satu alasan… KAMU!
Orang itu sanggup bertahan sampai sekarang, karena satu alasan… KAMU!
Orang itu akan menghentikan kesedihannya, karena satu alasan… KAMU!
Orang itu memang tidak sempurna,
Orang yang lemah, tapi kuat hatinya,
Orang itu… AKU!

Tersemyumlah kembali malaikatku,
Tak usah kau fikirkan semua bebanmu, lepaskan itu bersamaku,
Tak usah kau fikirkan semua yang sakitimu, karena ada aku yang mencintaimu,

Iya, aku cinta kamu, setulus Romeo yang mencintai Julietnya,
Setulus Forrest Gump yang selalu menunggu Janny,
Dan setulus bumi yang tak pernah lelah mengitari matahari

Aku mungkin tidak seperti Forrest Gump, dengan segala keterbatasannya, dia bisa menjadi orang hebat
Aku mungkin tidak seperti Jack, yang mengorbankan dirinya tenggelam di laut artik demi wanitanya
Aku mungkin aku tidak seperti Romeo, karena aku lebih suka Oreo

Inilah aku, aku yang tidak pernah lelah terjatuh, tidak pernah lelah untuk sakit,
Aku hanya ingin menyayangimu, tidak cukup hanya kemarin, atau hari ini, ataupun besok.
Inilah aku, dengan segala keterbatasan dan kekurangan, aku mencintai kamu,
Kamu seseorang yang tak akan pernah tergantikan, karena tak ada yang seperti kamu,

Aku sayang kamu,
‘Angel from my nightmare’

Monday, November 5, 2012

[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Chapter 6

[FanFict RF Online] History To Get Victory! – My First Blood



Hujan deras masih menyelimuti Markas Cora ketika gw bangun pagi. Gw beranjak dari tempat tidur, lalu menuju ke ruang makan. Ternyata, belum ada sarapan yang disiapin di situ. Pas gw check ke kamar gw, bener aja pembantu gw masih tidur. Kayaknya nyenyak banget tidurnya, niatnya pengen gangguin, tapi kasian, mukanya lagi unyu banget, haha…

Akhirnya gw bikin sarapan sendiri, karena ga bisa masak, ya gw bikin susu aja. Ga lupa gw bikini buat dia juga. Gw balik lagi ke kamar lagi buat nemenin dia sekaligus nonton tv yang ada di kamar gw.

Selang nonton tv, gw perhatiin wajahnya tere, agak pucet. Gw pegang keningnya, ternyata bener dia sakit, soalnya panas sekujur badannya. Mungkin dia lelah.

Tapi, walaupun dia sakit, wajahnya tetep cantik. Rambut hitam kecoklatannya gw belai.
ternyata wanita sekuat kamu masih bisa sakit juga, hmmm dasar” gumam gw dalam hati.

Sunday, November 4, 2012

[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Chapter 5

[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Cora Soldier


“Hmmm…. Bim…”
“apa?”

Dia ga bales pertanyaan gw, malah cuma senyum aja trus dia tidurin kepalanya di pundak gw lagi.

Sore itu Pantai Crimson terlihat indah, makin indah lagi ditemani sesosok wanita yang cantik yang sedang duduk dan merangkul tangan gw. Kita berdua terdiam di sore itu, gw cuma ngeliatin Ops Lava dan Lizard berlalu-lalang ke sana kemari. Dan Tere? Ternyata dia tidur. Yaudah, gw cuma diem aja sendirian, berdua sih, tapi dianya tidur.

“Ter, bangun, udah mau malem ni” suara gw halus, takut ganggu tidurnya.
“hmmmmm?”
“udah mau malem, pulang yuk, lagian aku juga laper”
“yaudah ayuk pulang, aku masakin kamu deh, tapi…”
“tapi apa?”
“gendoooonggggg!!!!” pintanya dengan nada manja.
“yaudah, dipunggung tapi ya?”
“iya, hihihi”

[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Chapter 4


[FanFict RF Online] History To Get Victory! – The Blue Diamond Necklace


Hujan, Itulah yang gw dengar pertama kali ketika gw bangun tidur. Gw liat disekeliling, kamar gw udah rapih ternyata. “Hmmmm pasti dia lagi” pikir gw.

Gw liat di meja sebelah tempat tidur gw, udah ada sarapan lengkap, Flem Goreng + Susu + secarik kertas yang berisi tulisan. Gw baca tulisan itu.

Ei Kebo!!! Bangun cepet!!! Langsung mandi trus sarapan yaaaa… aku udah siapin sarapannya.
 Oiya hari ini ga ada latihan, karena udah waktunya War, Kak OrtheuS masuk jadi prajurit barisan depan soalnya.

Tadi juga, waktu lagi beres-beres kamar kamu yang kayak Rawa Tua itu, aku nemuin kalung lho, bagus deh, kalo mau balik kalungnya, temuin aku di kedainya KakekTua yaa…

Theresia

Saturday, November 3, 2012

[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Chapter 3


[FanFict RF Online] History To Get Victory! – My Girl


“HAI, KALIAN!!! TELAT LATIHAN LAGI!!”. “TRANGGG” suara Training Shield yang dilempar makhluk galak itu mengenai kaki gw. Untung aja kaki gw cukup kuat buat menahannya. “SINI CEPAT!!!” suara lantangnya menggema ke seluruh Daratan Gelap.

“Siapa itu? Sepertinya bukan murid akademi”
“Tadi saya abis selametin dia dari Cannibal, Pak” Jawab gw seadanya.
“Hah?! Yang benar saja kamu? Tapi, kamu hebat, baru menjadi murid akademi saja udah bisa membunuh monster level belasan”
“Yasudah, karena kamu telah berbuat baik hari ini, kamu saya maafkan. Baringkan saja dia di sini, biar tim medis membawanya, dan kamu cepat masuk ke barisan” Terusnya.

[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Chapter 2


[FanFict RF Online] History To Get Victory! – First Blood Kill

Gw melihat sesosok wanita cora terjatuh tersungkur karena tandukan monster Cannibal yang mirip badak bercula satu itu. Terlihat monster itu marah banget sepertinya, mungkin karena dia merasa diganggu, dan terlihat dia akan bersiap untuk nyeruduk dia lagi. Tanpa pikir panjang, sebelum tanduk Cannibal itu menyentuh dan melukai wanita tersebut, gw langsung sigap buat nyelamatin wanita itu. Dan, HAP! Gw lompat dan berguling sambil menggendong wanita tersebut. Setelah tubuhnya gw baringkan di tanah, gw langsung mencabut Training Sword gw, dan bersiap untuk membunuh monster besar, gemuk, menjijikan, dan idup lagi itu.
Dengan percaya dirinya gw berlari sangat cepat sambil bersiap menusuk Cannibal tersebut, dannnnnn… “TRANGGGGGGGGG!!!!!” Training Sword gw PATAH!!! “oh shit” gumam gw dalam hati.

[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Chapter 1

[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Beginning

Sinar matahari menusuk Planet Novus di pagi hari. Semua makhluk Novus sudah keluar menatap pagi untuk melakukan aktifitasnya, kecuali gw. Yap, gw masih berselimutkan mimpi dan beralaskan kasur. Terlalu malas untuk keluar dari cengkraman kasur yang memberi gw kenikmatan semalaman ini.
“DARRRR!!!!” suara yang mengagetkan gw. Seseorang datang dari arah pintu dan tanpa ba bi bu, dia nindih dan jitakin pala gw sambil teriak “BANGUNNN KEBO KUNYUK!!! AYO LATIHAN!!!” suara indah itu menggema di kamar gw, dan setelah beberapa saat gw tau dia adalah Theresia. Yap, dia temen baik gw, atau mungkin satu-satunya temen gw. Gw hanya bisa mengaduh-aduh menerima tarian kepalan tangannya di kepala gw.

[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Prologue


[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Prologue


           


 “TRANNGGG!!” terdengar suara pedang beradu. Terlihat di sana 2 orang pendekar Cora sedang latihan adu pedang. Mereka seperti kakak dan adik, karena wajahnya hampir mirip dan identik. Gw cuma bisa liat mereka beradu kelihaian bermain pedang dibawah pohon oak yang rindang dan adem ini.
            Kenalkan, panggil aja gw Bima, karena orang-orang manggil gw begitu. Gw seorang Cora. Yap, gw hidup dalam “Cora Colony”. Walaupun masih di akademi, tapi gw udah jago mengkombinasikan antara pisau perang dan tameng. Yap, itu dia cita-cita gw, menjadi seorang Black Knight yang kuat seperti ayah. Sayang gw tinggal sendiri sekarang, kedua ortu gw meninggal secara terhormat dalam perang.
            Pernah beberapa orang ingin mengadopsi gw, termasuk orang-orang terpandang di Cora. Tapi, gw lebih suka hidup sendiri dan bebas.

[FanFict RF Online] History To Get Victory! - Index


Sountrack RF Online


Oke, kali ini ane mau menulis sesuatu yang beda, yap! ane mau nulis sebuah FanFict RF Online.
Tau RF Online kan? itu loh, game MMORPG yang terdiri dari 3 bangsa, yaitu Accretia/Acc, Bellato, dan Cora.
Disini ane mau bikin cerita karangan sendiri tentang Game ini, semoga kalian suka ya...
Ane juga butuh kritik dan saran dari pembaca semua, karena ane juga masih newbie dalam hal menulis.

Oke, disini adalah Index dari cerita ane yang ber judul "History To Get Victory!"

[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Prologue

EPISODE 1 : Cora Alliance
[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Chapter 1
[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Chapter 3
[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Chapter 4
[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Chapter 5
[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Chapter 6
[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Chapter 7
[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Chapter 8
[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Chapter 9
[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Chapter 10
[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Chapter 11
[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Chapter 12
[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Chapter 13
[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Chapter 14
[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Chapter 15
[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Chapter 16
[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Chapter 17
[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Chapter 18

EPISODE 2 : Accretia Empires
[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Chapter 19
[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Chapter 20
[FanFict RF Online] History To Get Victory! – Chapter 21

Thursday, November 1, 2012

November


Yap, untuk mengawali November ini, mungkin akan lebih afdol kalo kita dengerin lagu yang ini. Ya! November Rain. Sekarang, siapa yang ga kenal lagu ini? haha...

Sekalian denger November Rain, sambil baca tulisan ane juga ya... hehe


NOVEMBER

Tak terasa, bulan cepat sekali berganti.
Tak seperti diriku, yang masih ingin terus bersamanya.
Atau memang aku tak sanggup bila tanpanya?
Mungkin iya, tapi Tuhan yang punya rencana.

Aku tak tahu, aku mudah mengikat bait demi bait kata di depan yang lain.
Tapi, seketika sulit jika bersamamu.
Semoga saja suatu saat nanti kamu mau mengajariku untuk berbicara di depanmu.
Atau mengajariku cara untuk membuat senyum abadi diwajah cantikmu.

Haah, fikiran ku tak pernah lelah membayangkan wajah unyu-mu itu.
Wajah yang bisa membuat hati yang kering menjadi ladang bunga.
Haha, ingin sekali mencubit pipi-mu yang seperti roti bantal.
Dan membelai halus keningmu yang seperti lapangan golf.

Haha, aku tak mengharap banyak di bulan ini.
Hanya semoga saja aku dan kamu dalam lindungan-Nya, dan kasih-Nya.
I just want everyday in my day, getting closer to you.
Tidak hanya di bulan ini.
Tapi, dibulan yang akan datang dan berlalu nanti.

November.

Sunday, October 21, 2012

My Little Angel

Indah,
Kata yang pertama muncul ketika aku lihat lukisan Tuhan yang ada diwajahmu.
Ketika aku lihat malaikat kecil Tuhan yang dikirim ke Bumi.
Membuatku terpesona, hilang sejuta peluh di dada ini.
Yap, itu kamu, dan hanya kamu.

Mungkin para pujangga hebat pun tak akan dapat menemukan kata yang tepat untuk untuk mewakili kecantikanmu.
Mungkin para scientist hebat pun tak akan dapat menemukan rumus untuk menjabarkan keindahanmu.

Hah, bodohnya aku,
Aku memujamu, aku mengagumimu, tapi tak dapat berbuat banyak.
Aku menyayangimu dalam diam.
Aku hanya ingin mencintai, tak ada maksud untuk menyakiti.

Mungkin aku hanya seorang pria polos yang tak tahu apapun tentang cinta.
Yang aku tau, aku hanya menyayangimu

Sayang, sayang, sayang.
Kata itu selalu aku ucapkan kepadamu.
Ku harap kau mengerti, dan tidak bosan mendengarnya.

Aku selalu merasa idiot.
Idiot, karena tak bisa mengungkapkannya langsung.
Hatiku selalu mengungkapkannya dengan tarian jariku di atas keyboard dan keypad.
Terkadang ia meminta ku untuk menggambarkanmu.
Tapi aku tak bisa. Tak bisa menandingi karya indah Sang Pencipta.

Kamu indah, tak pantas jika kamu menangis.
Kamu cantik, tak pantas bila kau murung.

Aku sayang kamu,
3 kata itu yang aku rasakan sekarang.

Jangan bingung, dan jangan bimbang,
Aku tak mau memaksa untuk kau membalasnya,
Aku tak akan menuntut apapun darimu.
Yang aku ingin hanya kamu tersenyum dan tertawa selalu.
Agar dunia tahu, jika bumi ini memiliki seorang malaikat,
Malaikat anggun dan mempesona,
Itu kamu.

Saturday, October 20, 2012

Pendidikan, Pemimpin, dan Ketololannya

Maaf sebelumnya, mungkin tulisan gw ini agak sedikit ada unsur emosinya.
Yap! gw emosi pisan, karena tadi kena kasus, yang menurut gw alesannya ga logis, malah kelewat TOLOL!
Langsung Aja...


Kalian datang ke gw.
Mengatasnamakan disiplin.
Kalian datang ke gw.
Menjadikan dunia kerja sebagai kambing hitam,
agar kalian dapat menjadikan kami seperti ini.

Yap, gw capek jadi alas kalian.
Ga tau sistem kalian yang bodoh, atau gw yang kelewat pinter.
Kalian hanya mementingkan apa yang kami pakai dan kami bawa.
Tapi, kalian tidak memperdulikan isi otak kami.

Kalian tidak pernah mau tau.
Kalian terus menekan kami
Menjadikan kami seperti apa yang kalian mau,
Tapi, kami tidak!!!

Apa pelindung tubuh ini berpengaruh terhadap isi otak kami?!
Apa rambut stylish kami ini berpengaruh terhadap isi otak kami?!
Apa tattoo yang menghiasi tubuh kami ini, berpengaruh terhadap isi otak kami?!

Kalian hanya mementingkan penampilan luar, tidak pada isinya.
Aku tak tahu jalan fikiran kalian,
Aku tak butuh kebebasan,
Aku hanya ingin kalian sadari,
Apa yang seharusnya kalian perbaiki
Bukan penampilan, tapi isinya!!!

Sia-sia jika masih banyak murid kalian yang mengikuti pelajaran tambahan di lembaga lain
Mengapa? Karena itu tanda kegagalan kalian mendidik kami
Kalian gagal!!!
Emang ngga semua, tapi MAYORITAS!!!

Liatlah kami yang sungguh-sungguh dalam menghadapi ujian yang kalian berikan
Liatlah kami yang mati-matian berjuang
Tapi apa? Tidakkah kalian sadari, masih banyak mereka yang bermain curang dibelakang kalian?
Ya, pasti tidak!
Itu lah keTOLOLan kalian,

Apa kalian tidak kasian, dengan kami yang belajar mati-matian
Tetapi, lihat teman kami yang dengan mudahnya 'mendownload' jawaban kami
Mereka menyuruh, bahkan tidak segan mengancam kami jika tidak memberikan jawabannya
Dan hasilnya? Mereka yang hanya ongkang kaki dengan mudahnya mendapatkan hasil baik
Sedangkan kami yang berjuang dengan peluh? Hah! terkadang kami harus malu ditertawakan oleh mereka

Itu yang kalian bilang hebat?
Tidak sadarkah kalian sedikit demi sedikit menghancurkan kami?
Kami bukan TUHAN yang bisa menguasai semuanya
Kalian memaksa kami secara tidak langsung untuk menguasai semua yang kalian mau

Sadarlah, kami tidak sanggup,
Kami tidak tahu kapan semua yang kalian ajarkan itu berlaku di kehidupan kami selanjutnya.

Aku hanya ingin Bangsa ini bangkit,
Kita Bangsa besar,
Tapi, sayang kebanyakan pemimpinnya mempunyai kemaluan, ehm, maksud gw rasa malu, dan otak yang kecil.
Tidak sebesar perut mereka yang terisi oleh uang kami.

Gw atas nama semua siswa di Indonesia,
Kami menginginkan sistem pendidikan yang lebih baik,
Sistem pendidikan yang akan membuat kami dihargai dimasyarakat,
Sistem pendidikan yang akan membuat kami lebih baik lagi di mata dunia
Sistem pendidikan yang tidak membuat kami tertekan,

Kami tidak butuh kebebasan, kami hanya butuh kalian sadar,
Kami membutuhkan pendidikan sekolah, BUKAN PENDIDIKAN MILITER.

Thursday, October 18, 2012

Hidup, dan Kehidupan

Aku tumbuh menjadi dewasa setelah ini.
Setelah semua yang kulalui, pahit, manis, sampai kecut pun ada

Aku tak tahu, hidup itu seperti rujak bebek,
Semuanya masuk kedalam satu wadah, ditumbuk dan jadilah rujak bebek yang nikmat.
Ya! hidup membutuhkan proses.
Pertama kalian merangkak, lalu berjalan, barulah kalian bisa berlari.

Aku banyak mengenal orang.
Dari keluarga, kekasih, sahabat, teman, dan orang asing yang tak sengaja kenal.
Dari yang baik hati, baik, jahat, jahat sekali, sampai yang bajingan sekalipun.

Sesungguhnya aku benci perbedaan.
Aku tak suka membedakan orang, hanya orang saja yang sinis melihatku.
Mungkin aku terlalu tampan untuk mereka. Mungkin.

Kita itu seperti komputer dan komponennya yang harusnya saling melengkapi agar dapat bekerja dengan sempurna.
Bukannya bermusuhan.
Indomaret dan Alfamart aja bisa hidup berdampingan.

Aku hanya tersenyum manis ketika melihat orang yang membenciku.
Bukan karena mengalah, hanya saja siapa tahu mereka bisa berbalik dan malah naksir denganku.

Jangan takut jika engkau ingin hidup
Jangan takut jika ingin berhasil
Jangan takut jika ingin mencintai
Jangan takut berjuang

Takutlah kepada Dia Yang Menciptakan dan Yang Maha Kuasa.
Sesungguhnya Dia-lah yang membuat sebuah game, dengan grafik terhebat sepanjang masa,
dan cerita paling hebat di seluruh alam.

Yang disebut, Kehidupan.

Monday, October 15, 2012

Rindu Yang Menggoreskan Ini


Aku akui aku rindu kamu.
Aku rindu, rindu dengan 1000 pesanmu yang selalu saja berhasil memenuhi kotak masuk.
Aku rindu, rindu dengan ucapan selamat pagimu, yang menghiasi handphone ini. Hal yang aku tunggu setiap pagi.
Aku rindu, rindu dengan ucapan selamat tidurmu, yang selalu sukses membuatku bermimpi indah.
Aku rindu, rindu dengan pesanmu yang selalu mengingatkanku untuk tidak lupa makan, ataupun beribadah.
Aku rindu, rindu dengan suara lucumu, yang membuatku selalu ingin menggigitmu jika sedang bertelfon dengan mu.
Aku rindu, rindu dengan wajahmu, yang selalu menghapus sejuta kesedihan yang sedang menghinggapiku. Walau itu hanya fotomu saja.
Ya, aku rindu itu semua!!!

Aku seorang yang bodoh. Mengaggumimu, tapi tak sanggup untuk berbuat.
Hanya memperhatikan dari jauh dan memberi perhatian dari tempatku berpijak di sini.

Aku seorang yang bodoh, yang menyayangimu, dan mengatakan hal itu setiap hari kepadamu. Dulu.
Yang  mungkin kamu telah bosan mendengarnya, tapi tak juga melihatku memperjuangkannya.
Ya, Aku bodoh!!!

Aku tidak sedang berjuang, apalagi berkorban. Aku hanya melakukan hal yang aku suka, yaitu mencintaimu.
Ya, aku cinta kamu!!!

Mungkin kamu adalah cerita yang tidak terungkap oleh dunia.
Mungkin kamu adalah bidadari yang tak tahu arah ke surga.
Mungkin kamu adalah sesuatu yang dipandang sebelah mata,
Tapi tidak untukku yang memuja.

Kau yang datang, tanpa permisi masuk ke dalam hati, dan tak mau pergi.
Atau mungkin aku yang tak mengizinkannya. Mungkin.

Ketika aku mengagumimu dari jauh,
Mereka membuatmu tersenyum dari dekat
Ketika aku memikirkan cara untuk melukis senyum indah itu,
Telat, mereka sudah membuatmu tertawa.

Ya, aku iri terhadap mereka!!!

Mereka yang selalu dekat denganmu.
Sedangkan aku? Aku hanya di sini duduk menunggu secarik pesan darimu.
Bodoh? Ya, memang.

‘Bete’. Itu adalah salah satu hal yang paling sering ku dengar darimu.
Aku berfikir keras untuk membuatmu tersenyum,
Karena aku takut diluar sana sudah ada yang membuatmu senyum mendahului ku.
Aku merangkai sebuah kalimat indah. Ekspektasiku, kau bisa tersenyum.
Tapi kau selalu menjawab ‘lebay’. Hmm, sesaat setelah itu, fikiran ku tak karuan dan hilang.
Kau memang malaikat yang sedikit mengesalkan, tapi lebih banyak membuat kerinduan di hati ini.

Aku tersenyum, ketika kau tahu aku selalu tidur terlewat malam.
Kau menasehatiku, agar aku tidak mengulanginya.
Maaf, aku tidak bisa.
Ada satu alasan aku membuka mata hingga pagi belum menunjukkan sinarnya.
Aku hanya takut dirimu terbangun, dan mencari seseorang untuk menemanimu di saat kau terjaga.
Aku hanya ingin jadi yang pertama menemanimu di malam saat kau terjaga.

Menemanimu, tak peduli siang malam, tak peduli dimanapun aku berada, tak peduli aku sedang apa.
Aku akan selalu menyanggupi jika akan menemani bidadariku ini.

Hati ini sanggup menunggu hingga kapan pun.
Kapan pun sampai mungkin nantinya kau tidak kembali lagi.


Tidak ada kata terlambat jika kau ingin kembali ke sini. 
Tapi jika suatu saat aku mendapatkan teman hidup.
Aku tak akan melupakanmu. Percayalah. 
Akan kukenang kau, sebagai sepenggal kisah hidupku. Kisah cinta pertama.

Pemujamu,